Point number 4 of 10 : Consistency and Standards

June 26, 2010 Leave a comment

Dari namanya sudah sangat jelas, yaitu konsisten dan standarisasi. Pada suatu sistem tentunya terdapat beberapa menu, fungsi maupun bahasa. Terdapat aturan-aturan yang sudah menjadi standar bagi tampilan sebuah situs atau website. Dari segi bahasa hendaklah konsisten menggunakan satu bahasa saja, tetapi boleh menggunakan istilah-istilah dari bahasa lain yang apabila digunakan istilah tersebut membuat pengguna mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sistem.

Dari sisi tempilan menu, seharusnya posisi atau nama dari menu tersebut memudahkan pengguna untuk mencarinya, dengan kata lain apabila terdapat banyak menu yang di susun secara order list hendaklah mengurutkanya secara ascending atau dari abjad a sampai dengan z. Jika menu hanya sedikit dan terdapat perbedaan karakteristik dan fungsi dari menu tersebut, hendaknya menu yang memilki kemiripan fungsi atau karakteristik dikelompokan kedalam satu kategori sehingga memudahkan pengguna dengan menu yang konsisten dan telah disusun sesuai standar pada umumnya.

Pada www.deptan.go.id terdapat banyak sekali fungsi dan menu yang sangat membingunkan pengguna ketika pertama kali melukan akses terhadap situs ini. Halaman awal atau home dari situs ini mengelompokan menu-menu yang banyak tersebut kedalam kategori-katergori. Sudah ada keteraturan pada kategori yang dibuat dengan kesamaan pada header kategori setiap menu. Tetapi, ketika pengguna memilih sebuah menu pada sebuah kategori, pengguna akan dihantarkan kepada sub domain dari website tersebut yang merupakan salah satu bagian dari sub departemen dari departemen pertanian. Tampilan sub departemen dan kelembagaan ini sangat jauh berbeda dengan tampilan awal pada departemen pertanian, bahkan tampilan antara satu departemen dengan departemen lainya tidak terstandarisasi. Tidak adanya kekonsistenan pada tampilan sub departemen tersebut membuat pengguna bingung untuk mengakses menu yang mereka inginkan, padahal terdapat kesamaan fungi dari sub departemen tersebut. Berikut adalah tampilan salah satu sub departemen yang berbeda jauh secara interface dan fungsionalitas dengan sub departemen lainya atau departemen pertanian secara global :

4_2.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 3 of 10 : User Control and Freedom

June 26, 2010 Leave a comment

Karakteristik pengguna biasanya ingin menguasi atau mendapat kontrol penuh dari sebuah sistem atau website yang dia akses. Pada tahap ini akan dilihat bagaimana pengguna dapat kembali ke suatu kondisi setelah mereka mengakses ke sebuah menu atau kondisi lainya. Dengan kata lain apabila pengguna memilih sebuah menu dan ternyata menu tersebut bukanlah menu yang mereka inginkan, pada menu yang sudah terlanjur mereka pilih tersebut haruslah terdapat tombol atau cara bagi pengguna untuk kembali ke kondisi awal dimana mereka sebelumnya.

Suatu contoh pada www.deptan.go.id yaitu pada sebuah menu untuk menampilkan fungsi harga gabah. Pada fungsi tersebut pengguna harus memilih terlebih jenis laporan dan tanggal laporan yang diinginkan lalu mereka harus melakukan klik pada tombol lanjut. Setelah pengguna memasukan waktu dan jenis laporan yang diinginkan mereka akan diantarkan pada sebuah laporan dan ketika berada pada laporan itu tidak ada akses untuk kembali ke kondisi awal sebelumnya di mereka memilih tanggdan dan jenis laporan yang ingin ditampilkan. Berikut adalah menu yang dimaksud :

33.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 2 of 10 : Match Between the System and the Real World

June 26, 2010 Leave a comment

Pada tahapan ini, sebuah sistem harus menggunakan bahasa yang akrab dengan usernya, sehingga user mudah mengerti dan mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sistem. Kata-kata dan frase atau konsep yang digunakan yang berorientasi sistem cendrung akan lebih membingungkan pengguna dan membuat mereka bertanya-tanya.

Secara umum www.deptan.go.id menggunakan bahasa indonesia dan juga menggunakan bahasa inggris untuk beberapa bagian. Penggunaan bahasa indonesia hampir 95% pada website ini dan penggunaan bahasa inggris yang gampang dan akrab ditelinga pengguna seperti home. Penggunaan istilah asing pada website ini membatu pengguna lebih mudah untuk memahami apa yang dimaksud oleh sistem. Pada beberapa situs lain penggunaan istilah beranda cenderung akan membuat pengguna bingung karena secara umum pengguna telah akrab dengan istilah home. Berikut penerepanya pada www.deptan.go.id yang menggunakan istilah home yang lebih mudah dimengerti oleh pengguna:

2.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Point number 1 of 10 : Visibility of System Status

June 26, 2010 Leave a comment

http://en.wikipedia.org/wiki/Breadcrumb_%28navigation%29Ada dua hal yang menjadi dasar dari visibilitas sistem status ini, yaitu :

  • Where am i? atau dimana user saat ini sedang berada
  • Where can i go next? atau kemana user bisa pergi dari suatu kondisi atau state

Pada www.deptan.go.id menu yang tampil pada halaman awal apabila kita memilih menu “profil”, kita akan diantarkan pada halaman yang berisi tentang profil tetapi tidak ada informasi bahwa kita sedang ada di menu profil. Setelah memilih men profil tombol profil tidak berubah, bentuk ukuran serta warnanya sama seperti tombol lain seperti pada gambar dibawah ini :

1.png

Seharusnya, ketika kita berada pada menu atau halaman profil user mengetahui posisi atau state dimana user sedang berada pada saat itu. Untuk memberi tahu user dimana mereka sedang berada bisa dengan Bread Crumb di pojok kiri atas atau dengan mengubah warna, ukuran, dan bentuk dari menu profil lebih mencolok dari tombol lainya.

Selain user dapat mengetahui posisi saat ini, pada www.deptan.go.id terdapat header dari sebuah menu yang menyerupai tombol, sehingga timbul keinginan user untuk melakukan klik pada header menu tersebut, padahal tidak akan ada action apapun apabila user melakukan klik pada tombol tersebut, berikut adalah header menu yang dimaksud :

aaa.png

Alfian Prayanta, G64070087

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University

Review website menggunakan “Heuristic Evaluation”

June 25, 2010 5 comments
heuristic evaluation

heuristic evaluation

Heuristic evaluation merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan review pada sebuah website. Pertama kali dikemukakan oleh Nielsen dan Molich pada tahun 1990. Keunggulan metode secara umum :

  • Mudah dalam proses evaluasi
  • Proses evaluasi cepat
  • Biaya atau cost yang dikeluarkan murah

Heuristic evaluation populer di kalangan pengembangan Web karena memerlukan sedikit sumber daya dalam bentuk uang, waktu atau keahlian. Oleh karena itu pengembangan tidak perlu mengeluarkan cost yang tinggi untuk biaya pengujian software. Berikut merupakan karakteristik dari heuristic evaluation :

  • Skenario pengujian yang lebih kecil dari segi ukuran dengan menggunakan dengan menggunakan mock-up
  • Penilaian dilakukan secara informal sehingga tidak dibutuhkan psikolog
  • Tingkat keberhasilan dari pengujian tinggi, sehingga sedikit penguji yang dibutuhkan

Setelah tahu latar belakang dari heuristic evaluation sekarang kita bisa menerapkannya pada situs yang akan kita kaji. Berikut langkah yang harus dilakukan :

  1. Memilih pendekatan utama
  2. Memilih penguji atau evaluator
  3. Melakukan tinjauan heuristik
  4. Melakukan evaluasi
  5. Menganalisa hasil

Pada pengujian kali ini situs yang akan saya review adalah situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan alamat www.deptan.go.id. Selanjutnya saya akan membahas langkah ke tiga yaitu melakukan tinjuan heuristik dan usabilitykarena merupakan tahapan terpenting dari heuristic evaluation.

5 alasan untuk desain antarmuka plurk.com yang baik

March 1, 2010 5 comments

Desain antarmuka yang baik? Bagaimana seharusnya desain antar muka yang baik? Banyak sekali prinsip umum yang harus diterapkan untuk suatu desain antarmuka yang baik. Berikut akan diulas secara menarik mengapa plurk.com dikatakan memiliki desain antarmuka yang baik.

  • Plurk.com memilki fitur “karma”, dimana user dapat mengetahui seberapa besar nilai keaktifan mereka di social networking ini. Besarnya nilai “karma “seseorang melambangkan banyaknya teman yang mereka undang, seringnya seseorang tersebut melakukan update status, seringnya mereka melakukan update profile dan seringnya mendapat respons dari penguna yang lain pada status yang telah dituliskan. Keterangan “karma” diletakan dihalaman awal ketika pengguna mengakses account mereka. Hal ini dilakukan agar pengguna dapat langsung mengetahui dengan cepat berapa besar dari nilai “karma” mereka pada saat-saat tertentu. Dengan tata letaknya yang ada di halaman utama dan dicetak dengan huruf yang lebih besar dari informasi-informasi lain, membuat “karma” pandangan mata menjadi tertuju kepada tulisan ini, sehingga pengguna menjadi mudah melihat informasi “karma” mereka.

Karma

  • Ketika kita ingin melakukan update status, kita tidak hanya tertuju kepada apa yang akan kita tuliskan, tetapi kita juga bisa memilih feels apa yang sedang kita rasakan pada saat melakukan update tersebut. Dengan menu pilihan feels yang banyak, memudahkan pengguna didalam mengekspresikan apa yang mereka rasakan pada statusnya sehingga status yang mereka update disertai dengan feels mereka pada saat itu. Tampilan seperti ini didesain dengan harapan pengguna yang lain bisa mengetahui apa makna yang dituliskan seseorang pada statusnya. Karena kata-kata sulit untuk merepresentasikan perasaan kita bukan?

"feels" dalam plurk.com

  • Karma Trend, merupakan fitur yang didesain untuk memudahkan pengguna untuk mengetahui perkembangan nilai “karma” mereka dari waktu ke waktu dalam rentang waktu tertentu. Berikut salah satu contoh perkembangan karma dalam rentang waktu 19 Februari sampai dengan 27 Februari. Terlihat bahwa perkembangan meningkat secara perlahan namum pasti. Dengan mengetahui trend atau pola tersebut, pengguna mendapatkan informasi apa yang harus mereka lakukan. Jika trend dari “karma” terus menurutn, berarti mereka harus meingkatkan keaktifan mereka di social networking ini.

karma trend

  • Anda tahu “emoticon” ? yah, bisa di sebut dengan emotion icon. Dengan emoticon pengguna dapat lebih mengekspresikan perasaan mereka melakui emoticon yang lucu dan menarik. Desain emoticon pada status ini, membuat status-status yang dituliskan dapat digambarkan dan diekspresikan dengan cara yang berbeda dengan social networking lainnya. Dengan kata-kata dan emoticon tentunya akan membuat pengguna lebih bebas dalam merepresentasikan apa yang mereka rasakan sehingga emoticon juga menjadi salah satu alasan mengapa desain plurk.com menarik. Anda setuju bukan?

emoticon

  • Timeline merupakan inti dari social networking ini. Timeline sebagai pembeda utama plurk.com dengan social networking lainnya sehingga dengan adanya Timeline membuat plurk.com unique. Timeline berisikan informasi status pengguna dan teman-temennya terhadap satuan waktu sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat visualisasi dari status yang terkini. Dengan Timeline pengguna dapat dengan mudah memberikan response pada status teman-temanya yang telah update. Status yang paling baru berada di posisi paling kiri dari jendala situs ini, sedangkan status post yang paling lama berada dibagian paling kanan. Tidak hanya itu, disetiap pojok kanan setiap status terdapat kotak kecil yang merepresentasikan jumlah post yang belum dibaca oleh pengguna, atau dengan kata lain angka yang tertera melambangkan jumlah unread post. Dengan Timeline tentunya akan membuat social networking ini semakin menarik.

timeline

Author,

Alfian Prayanta

G64070087

Computer Science Departement of,

Bogor Agricultural University

Interface Social Networking “www.plurk.com”

February 19, 2010 19 comments

Siapa yang tidak tahu plurk.com? mungkin masih banyak yang belum mengetahui social networking ini. Untuk itu saya akan mengulas tentang desain tampilan antar muka dari social networking yang berlamat pada www.plurk.com.

Mengapa plurk.com? mungkin itu pertanyaan yang akan diajukan banyak orang ketika ditawarkan suatu social networking baru yang belum terlalu familiar dengan tampilan dan fungsi-fungsinya. Berikut adalah cara plurk.com menyuguhkan menunya kepada user untuk membuat user senyaman mungkin dan tidak perlu banyak mengingat, karena pada HCI (human computer interaction) tampilan yang baik adalah tampilan yang memudahkan usernya dan tidak membuat usernya terlalu banyak mengingat ketika melihat desain antar muka suatu perangkat lunak.

  • Merupakan tampilan awal ketika kita membuka www.plurk.com. Terlihat desain yang simple namun enak di lihat di mata dan tidak banyak menu lain yang di letakan di halaman awal ini, hal ini memudahkan user agar terfokus pada “sign up for free” sehingga user akan mendaftar untuk membuat akun pada social networking ini.