Point number 4 of 10 : Consistency and Standards
Dari namanya sudah sangat jelas, yaitu konsisten dan standarisasi. Pada suatu sistem tentunya terdapat beberapa menu, fungsi maupun bahasa. Terdapat aturan-aturan yang sudah menjadi standar bagi tampilan sebuah situs atau website. Dari segi bahasa hendaklah konsisten menggunakan satu bahasa saja, tetapi boleh menggunakan istilah-istilah dari bahasa lain yang apabila digunakan istilah tersebut membuat pengguna mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sistem.
Dari sisi tempilan menu, seharusnya posisi atau nama dari menu tersebut memudahkan pengguna untuk mencarinya, dengan kata lain apabila terdapat banyak menu yang di susun secara order list hendaklah mengurutkanya secara ascending atau dari abjad a sampai dengan z. Jika menu hanya sedikit dan terdapat perbedaan karakteristik dan fungsi dari menu tersebut, hendaknya menu yang memilki kemiripan fungsi atau karakteristik dikelompokan kedalam satu kategori sehingga memudahkan pengguna dengan menu yang konsisten dan telah disusun sesuai standar pada umumnya.
Pada www.deptan.go.id terdapat banyak sekali fungsi dan menu yang sangat membingunkan pengguna ketika pertama kali melukan akses terhadap situs ini. Halaman awal atau home dari situs ini mengelompokan menu-menu yang banyak tersebut kedalam kategori-katergori. Sudah ada keteraturan pada kategori yang dibuat dengan kesamaan pada header kategori setiap menu. Tetapi, ketika pengguna memilih sebuah menu pada sebuah kategori, pengguna akan dihantarkan kepada sub domain dari website tersebut yang merupakan salah satu bagian dari sub departemen dari departemen pertanian. Tampilan sub departemen dan kelembagaan ini sangat jauh berbeda dengan tampilan awal pada departemen pertanian, bahkan tampilan antara satu departemen dengan departemen lainya tidak terstandarisasi. Tidak adanya kekonsistenan pada tampilan sub departemen tersebut membuat pengguna bingung untuk mengakses menu yang mereka inginkan, padahal terdapat kesamaan fungi dari sub departemen tersebut. Berikut adalah tampilan salah satu sub departemen yang berbeda jauh secara interface dan fungsionalitas dengan sub departemen lainya atau departemen pertanian secara global :

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University
Point number 3 of 10 : User Control and Freedom
Karakteristik pengguna biasanya ingin menguasi atau mendapat kontrol penuh dari sebuah sistem atau website yang dia akses. Pada tahap ini akan dilihat bagaimana pengguna dapat kembali ke suatu kondisi setelah mereka mengakses ke sebuah menu atau kondisi lainya. Dengan kata lain apabila pengguna memilih sebuah menu dan ternyata menu tersebut bukanlah menu yang mereka inginkan, pada menu yang sudah terlanjur mereka pilih tersebut haruslah terdapat tombol atau cara bagi pengguna untuk kembali ke kondisi awal dimana mereka sebelumnya.
Suatu contoh pada www.deptan.go.id yaitu pada sebuah menu untuk menampilkan fungsi harga gabah. Pada fungsi tersebut pengguna harus memilih terlebih jenis laporan dan tanggal laporan yang diinginkan lalu mereka harus melakukan klik pada tombol lanjut. Setelah pengguna memasukan waktu dan jenis laporan yang diinginkan mereka akan diantarkan pada sebuah laporan dan ketika berada pada laporan itu tidak ada akses untuk kembali ke kondisi awal sebelumnya di mereka memilih tanggdan dan jenis laporan yang ingin ditampilkan. Berikut adalah menu yang dimaksud :

Department of Computer Science, Bogor Agricultural University
Point number 2 of 10 : Match Between the System and the Real World
Pada tahapan ini, sebuah sistem harus menggunakan bahasa yang akrab dengan usernya, sehingga user mudah mengerti dan mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sistem. Kata-kata dan frase atau konsep yang digunakan yang berorientasi sistem cendrung akan lebih membingungkan pengguna dan membuat mereka bertanya-tanya.
Secara umum www.deptan.go.id menggunakan bahasa indonesia dan juga menggunakan bahasa inggris untuk beberapa bagian. Penggunaan bahasa indonesia hampir 95% pada website ini dan penggunaan bahasa inggris yang gampang dan akrab ditelinga pengguna seperti home. Penggunaan istilah asing pada website ini membatu pengguna lebih mudah untuk memahami apa yang dimaksud oleh sistem. Pada beberapa situs lain penggunaan istilah beranda cenderung akan membuat pengguna bingung karena secara umum pengguna telah akrab dengan istilah home. Berikut penerepanya pada www.deptan.go.id yang menggunakan istilah home yang lebih mudah dimengerti oleh pengguna:
![]()
Department of Computer Science, Bogor Agricultural University
Review website menggunakan “Heuristic Evaluation”
Heuristic evaluation merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan review pada sebuah website. Pertama kali dikemukakan oleh Nielsen dan Molich pada tahun 1990. Keunggulan metode secara umum :
- Mudah dalam proses evaluasi
- Proses evaluasi cepat
- Biaya atau cost yang dikeluarkan murah
Heuristic evaluation populer di kalangan pengembangan Web karena memerlukan sedikit sumber daya dalam bentuk uang, waktu atau keahlian. Oleh karena itu pengembangan tidak perlu mengeluarkan cost yang tinggi untuk biaya pengujian software. Berikut merupakan karakteristik dari heuristic evaluation :
- Skenario pengujian yang lebih kecil dari segi ukuran dengan menggunakan dengan menggunakan mock-up
- Penilaian dilakukan secara informal sehingga tidak dibutuhkan psikolog
- Tingkat keberhasilan dari pengujian tinggi, sehingga sedikit penguji yang dibutuhkan
Setelah tahu latar belakang dari heuristic evaluation sekarang kita bisa menerapkannya pada situs yang akan kita kaji. Berikut langkah yang harus dilakukan :
- Memilih pendekatan utama
- Memilih penguji atau evaluator
- Melakukan tinjauan heuristik
- Melakukan evaluasi
- Menganalisa hasil
Pada pengujian kali ini situs yang akan saya review adalah situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan alamat www.deptan.go.id. Selanjutnya saya akan membahas langkah ke tiga yaitu melakukan tinjuan heuristik dan usabilitykarena merupakan tahapan terpenting dari heuristic evaluation.












Last Comments